Deskripsi Produk Marketplace: Contoh Optimasi Listing Before After yang Bikin Closing

Banyak seller merasa sudah “niat”. Foto sudah bagus. Harga sudah kompetitif. Voucher sudah dipasang. Tapi angka chat dan klik itu seperti berhenti di ujung pintu.
Sering penyebabnya bukan produk kamu. Yang bikin orang ragu itu halaman listing, terutama Deskripsi Produk yang terasa kosong, terlalu ramai, atau kebanyakan janji tanpa bukti.
Ini makin relevan sekarang. TikTok Shop menekankan listing harus jelas, jujur, dan tidak menyesatkan dalam kebijakan Product Listing Policy yang bertanggal 12 Desember 2025. Shopee juga punya standar minimum dan aturan format listing yang mendorong informasi faktual, bukan sekadar kata-kata heboh. Artinya, “asal isi” makin mudah ketahuan pembeli dan makin berisiko untuk performa listing.
Ada satu info penting yang sering luput (dan akan kita bongkar di bagian tengah): pembeli itu jarang membaca. Mereka memindai, mencari kalimat yang menjawab rasa takut mereka, lalu baru memutuskan.
Kenapa Deskripsi Produk Sering Jadi Biang Kerok
Di marketplace, kamu bersaing dalam kondisi serba cepat. Pembeli datang dari pencarian, rekomendasi, atau video pendek. Mereka tidak punya konteks tentang toko kamu. Karena itu, Deskripsi Produk berfungsi seperti pegawai toko yang “menjemput” di depan rak.
Kalau Deskripsi Produk kamu tidak menjawab pertanyaan dasar (ini barang apa, cocok untuk siapa, ukurannya apa, bedanya apa, dan kalau tidak cocok gimana), pembeli akan mengisi kekosongan itu dengan prasangka. Dan prasangka di marketplace biasanya berbunyi begini: “takut zonk”.
Riset usability klasik dari Nielsen Norman Group menemukan pengguna web cenderung memindai, bukan membaca, dan format teks yang ringkas serta mudah dipindai meningkatkan usability secara signifikan. Pola ini terasa sekali di marketplace karena layar kecil dan perhatian pendek. Jadi tugas kamu bukan bikin tulisan panjang. Tugasnya bikin informasi yang tepat cepat ketemu.
Ini yang perlu dicermati: platform juga menilai kualitas listing. Shopee punya dokumen listing requirements yang menekankan deskripsi perlu faktual dan relevan. TikTok Shop juga menolak listing yang menipu atau menyesatkan. Jadi optimasi itu bukan hanya soal “biar keren”, tapi biar aman, jelas, dan kebaca mesin serta manusia.
Simulasi Before After: Produk Sama, Cerita Beda
Agar konkret, kita pakai contoh fiktif yang jelas. Anggap sebuah UMKM menjual “Serum Niacinamide 10% 20 ml” di marketplace. Produknya sama. Harga sama. Foto awalnya juga sama-sama “lumayan”. Yang diubah hanya struktur listing, terutama Deskripsi Produk.
Timeline simulasi:
- Hari 1: listing lama tayang normal.
- Hari 2: listing dirombak (judul, urutan foto, Deskripsi Produk, dan elemen bukti sosial).
- Hari 3 sampai Hari 7: dipantau, tidak ada perubahan harga, tidak ada tambahan budget iklan.
Catatan: angka di bawah adalah simulasi untuk menunjukkan arah dampak. Ini bukan data klien dan bukan klaim hasil pasti.
Before (versi lama)
Judul: Serum Niacinamide 10% Original BPOM Murah
Deskripsi Produk: Serum niacinamide 10% membantu mencerahkan wajah, menyamarkan noda hitam, dan membuat kulit lebih glowing. Cocok untuk semua jenis kulit. Yuk checkout sekarang. Fast response.
Masalah yang muncul di versi lama:
- Banyak klaim, sedikit bukti dan detail.
- Tidak ada cara pakai, tidak ada konteks untuk kulit sensitif.
- Tidak ada pembeda, semua toko juga bilang “original” dan “murah”.
- “Fast response” bukan alasan beli. Itu alasan chat.
After (versi optimasi)
Judul (tetap singkat, lebih informatif): Serum Niacinamide 10% 20 ml, bantu samarkan bekas jerawat, untuk kulit berminyak dan kusam
Deskripsi Produk (disusun untuk dipindai): Ringkasnya dulu: Serum ini fokus ke bekas jerawat ringan, tampilan pori, dan kulit kusam. Targetnya hasil terlihat bertahap, bukan instan.
Cocok untuk kamu yang:
- Kulit berminyak, tampak kusam
- Ada bekas jerawat yang mengganggu (noda kecokelatan ringan)
- Mau serum harian yang teksturnya cepat meresap
Yang kamu dapat:
- Isi 20 ml
- Tekstur ringan, nyaman dilayer dengan pelembap
- Kemasan pump (lebih higienis)
Cara pakai sederhana: Pakai 2 sampai 3 tetes setelah cuci muka, lanjut pelembap. Jika baru pertama pakai, mulai 3 kali seminggu dulu.
Batasan yang jujur: Kalau kulit kamu sedang iritasi berat, sebaiknya tunda dulu dan fokus perbaiki skin barrier.
Bukti sosial (cara aman dan jujur): Ambil 3 ulasan paling informatif, misalnya “tekstur enak”, “bekas jerawat memudar pelan”, dan “packaging rapi”. Kalau belum ada ulasan, pakai bukti lain yang valid seperti foto detail kemasan, nomor BPOM (jika memang ada), dan foto before after hanya jika punya dokumentasi yang jelas.
Garansi toko: Video unboxing wajib untuk komplain barang pecah atau tumpah.
Apa yang berubah secara logika: Versi after tidak banyak “jualan kata”. Ia mengurangi rasa takut pembeli. Ada cara pakai. Ada batasan. Ada detail kemasan. Ada aturan komplain. Ini membuat listing terasa manusiawi dan bisa dipercaya.
Dampak simulasi (7 hari)
- Klik ke halaman produk naik dari 1.000 kunjungan menjadi 1.350 kunjungan per 7 hari (naik 35 persen).
- Rasio chat yang berujung transaksi naik dari 8 persen menjadi 12 persen.
- Pertanyaan yang masuk lebih “matang”, misalnya tanya kecocokan, bukan tanya “ini asli?”.
Kenapa elemen “bukti sosial” penting? Karena riset Spiegel Research Center menunjukkan saat review ditampilkan, konversi bisa naik besar tergantung kategori harga. Mereka melaporkan peningkatan konversi 190 persen untuk produk harga lebih rendah dan 380 persen untuk produk harga lebih tinggi dalam konteks riset mereka. Bahkan, memiliki sekitar lima review dapat meningkatkan kemungkinan beli beberapa kali lipat. Angka pastinya bisa berbeda per toko, tapi arah efeknya konsisten: pembeli lebih berani ketika melihat pengalaman orang lain.
Checklist Optimasi Deskripsi Produk dalam 30 Menit
Bagian ini bisa kamu pakai sebagai SOP mini. Fokusnya quick wins, bukan perfeksionisme.
Wajib Tahu:
- Pembeli memindai, bukan membaca. Format ringkas dan mudah dipindai terbukti meningkatkan usability dalam studi Nielsen Norman Group. Jadi pecah info jadi bagian kecil, bukan paragraf panjang.
- Platform menuntut listing yang jelas dan jujur. TikTok Shop menyebut listing harus clear dan truthful, serta melarang perilaku menyesatkan. Ini bukan sekadar etika, ini urusan kelangsungan akun.
- Deskripsi yang “kebanyakan promo” bisa jadi masalah. Google Merchant Center menekankan title dan description harus akurat dan tidak berisi teks promosi seperti “free shipping”. Pola ini sejalan dengan tren platform yang makin tegas soal kualitas data.
- Bukti sosial mengurangi rasa takut. Riset Spiegel menunjukkan dampak review bisa besar pada konversi. PowerReviews juga menuliskan perilaku konsumen yang aktif mencari ulasan negatif untuk memastikan kecocokan produk, bukan sekadar cari bintang lima.
Sekarang checklistnya.
Buka dengan satu kalimat ringkas yang membumi Contoh: “Serum ini fokus ke bekas jerawat ringan dan kulit kusam, dipakai bertahap.”
Tulis “cocok untuk siapa” dalam 3 baris Jangan semua orang. Marketplace penuh “cocok untuk semua”. Pembeli lebih percaya yang spesifik.
Pisahkan fitur dan manfaat Fitur: isi 20 ml, pump, tekstur ringan.
Manfaat: lebih praktis, lebih higienis, nyaman dipakai harian.Masukkan cara pakai versi paling sederhana Tujuannya mengurangi chat yang berulang, dan mencegah salah pakai yang berujung komplain.
Tulis batasan yang jujur Ini bagian yang sering ditakuti seller, padahal justru mengangkat trust. Contoh: “Kalau sedang iritasi berat, tunda dulu.”
Tambahkan bukti sosial yang bisa diverifikasi Pilih satu:
- Kutip 2 sampai 3 ulasan yang informatif (tanpa mengedit makna).
- Tampilkan foto asli dari pembeli (kalau ada dan diizinkan).
- Sertakan detail legal seperti nomor registrasi hanya jika benar ada.
- Cantumkan aturan unboxing untuk komplain.
Rapikan visual pendukung Deskripsi Produk Untuk TikTok Shop, ada panduan kualitas gambar (misalnya resolusi minimum dan tidak blur) di Seller University. Praktiknya sederhana: foto harus terang, produk tidak ketutup, dan variasi angle membantu menjawab pertanyaan tanpa chat.
Cek panjang dan kerapian sesuai aturan platform Shopee punya batas karakter dan standar minimum deskripsi. Seller Centre juga pernah menulis contoh karakter count seperti title 120 karakter dan deskripsi sampai 3.000 karakter. Kamu tidak harus memakai semuanya. Yang penting struktur rapi dan informasinya lengkap.
Kalau kamu mau, kamu bisa minta kami cek listing kamu secara cepat. Bukan untuk menghakimi, tapi untuk menunjukkan bagian mana yang bikin pembeli ragu dan mana yang bisa dinaikkan tanpa tambah budget iklan. Klik ini: Kunsultasi Audit Gratis di Peha.id.
Apa Artinya untuk Indonesia, dan Apa Berikutnya
Indonesia itu pasar besar, tapi juga pasar yang padat kompetisi. APJII melaporkan penetrasi internet Indonesia mencapai 80,66 persen atau sekitar 229,4 juta orang pada 2025. Di saat yang sama, laporan e-Conomy SEA 2025 dari Google, Temasek, dan Bain menyebut ekonomi digital Asia Tenggara berada di jalur melampaui 300 miliar dolar AS GMV pada 2025. Angka besar ini berarti peluang, tapi juga berarti lebih banyak seller, lebih banyak iklan, dan standar pembeli makin tinggi.
Apa dampaknya untuk kamu?
- Pembeli makin cepat membandingkan. Deskripsi Produk yang rapi membantu kamu “menang” tanpa perlu perang harga.
- Platform makin tegas soal listing yang menyesatkan. Menjaga akurasi bukan cuma soal reputasi, tapi juga mengurangi risiko take down.
- Konten makin multimodal. Video pendek membawa trafik, tapi Deskripsi Produk tetap yang mengunci trust saat pembeli berhenti scroll dan mulai serius.
Yang kemungkinan terjadi berikutnya: marketplace akan makin mendorong listing yang informatif, mudah dipindai, dan konsisten dengan kebijakan. Kamu tidak perlu jadi penulis profesional untuk ikut standar itu. Kamu hanya perlu menata informasi seperti orang toko yang baik: menyapa, menjelaskan, dan tidak menutup-nutupi.
Mulai dari satu listing dulu. Rapikan Deskripsi Produk, pasang bukti sosial yang valid, dan buat pembeli merasa aman. Kalau ingin dibantu dipetakan lebih cepat, pintunya sudah dibuka lewat halaman kontak Peha.id.
Comments
Loading…