SEO Marketplace 2026: Rumus Judul Produk yang Kebaca Search di Shopee dan TikTok Shop

Ada momen yang sering diremehkan pemilik toko online. Bukan saat iklan jalan. Bukan saat live ramai. Tapi detik ketika calon pembeli mengetik kata di kolom pencarian, lalu layar menampilkan deretan produk yang mirip-mirip. Di situ, judul produk jadi “pintu”. Kalau pintunya bikin orang ragu, orang pindah ke pintu sebelah.
Itu sebabnya pembahasan SEO Marketplace makin relevan masuk 2026. Bukan karena istilahnya keren, tapi karena kebiasaan belanja makin banyak dimulai dari “search”, bukan cuma dari rekomendasi. Bahkan TikTok Shop secara eksplisit menulis bahwa saat pelanggan mencari di TikTok Shop, mereka menemukan produk berdasarkan seberapa cocok istilah pencarian dengan judul produk.
Kenapa penting sekarang untuk Indonesia. Karena basis pengguna internet besar, dan belanja online makin melekat ke rutinitas harian. APJII melaporkan penetrasi internet Indonesia mencapai 79,5 persen atau 221,56 juta pengguna. Sementara DataReportal juga merangkum angka pengguna internet Indonesia dalam laporan “Digital 2026: Indonesia” (metodologinya berbeda, jadi angkanya bisa tidak persis sama). Teasernya begini: di tengah kompetisi listing yang padat, judul produk yang rapi sering memberi “klik pertama” lebih cepat, sebelum diskon dan foto sempat bicara.
Di bagian tengah artikel ini, ada format judul sederhana yang bisa kamu pakai ulang untuk berbagai kategori, plus contoh nyata untuk 5 kategori produk. Targetnya praktis. Kamu bisa rapikan judul produk prioritas dalam 20 menit, lalu lanjutkan dengan pola yang sama untuk katalog lainnya.
Kenapa SEO Marketplace 2026 makin ditentukan judul produk
Kalau kamu menganggap judul produk cuma formalitas, coba lihat cara platform menjelaskannya.
Di TikTok Shop, prinsipnya blak-blakan: makin cocok judul produk dengan kata yang dicari pembeli, makin besar peluang produk muncul untuk pencarian itu. TikTok Shop juga menekankan standar halaman produk harus akurat, deskriptif, ringkas, dan berguna. Mereka bahkan melarang penggunaan huruf kapital semua, dan melarang ajakan mengarahkan pembeli keluar platform.
Di sisi Shopee, materi pelatihan resmi untuk seller juga mendorong penamaan produk yang jelas, singkat, dan informatif. Salah satu dokumen pelatihannya menyebut batas 120 karakter untuk nama produk, dan menekankan penulisan yang rapi agar mudah dipahami. Ada juga dokumen persyaratan listing yang mengingatkan soal praktik judul yang menyesatkan atau “keyword spam” sebagai bagian yang bisa memicu pelanggaran.
Kalau disederhanakan, judul produk bekerja seperti ini:
- Memberi sinyal ke sistem pencarian tentang barang apa yang kamu jual.
- Memberi sinyal ke manusia dalam 2 detik pertama: ini relevan atau tidak.
Itulah inti SEO Marketplace versi lapangan. Bukan trik rahasia, tapi disiplin menulis judul yang mudah dibaca mesin, dan terasa meyakinkan buat manusia.
Ini yang perlu dicermati UMKM soal cara orang mencari
Ada perubahan perilaku yang terasa jelas di Asia Tenggara: belanja makin “campur aduk” antara konten dan transaksi. Dalam laporan e-Conomy SEA, Temasek dan mitranya menyorot bahwa video commerce mengambil porsi yang besar dari GMV e-commerce kawasan, dengan angka yang sering dikutip sekitar seperempat dari GMV e-commerce.
Apa hubungannya dengan judul produk. Saat konten makin ramai, orang justru makin sering “mengunci niat” lewat pencarian: mereka melihat konten, lalu mengetik ulang kata kunci untuk membandingkan harga, varian, dan rating. Di tahap itu, judul produk yang rapi bukan kosmetik. Itu penentu apakah produkmu ikut masuk shortlist.
Apa artinya untuk Indonesia secara konkret: UMKM yang mengandalkan momen “double date” sale (2.2, 3.3, 9.9, 10.10, 11.11, 12.12) sering mengejar posting dan voucher, tapi lupa rapikan katalog. Padahal saat traffic memuncak, calon pembeli makin malas menebak-nebak. Mereka ingin cepat menemukan “yang pas”. Judul yang jelas membantu mereka, dan membantu sistem mengelompokkan produkmu ke pencarian yang tepat.
Wajib Tahu:
TikTok Shop menyatakan pencarian mengandalkan kecocokan judul. Semakin dekat kata di judul dengan kata yang diketik pembeli, semakin relevan untuk hasil pencarian.
TikTok Shop melarang pola judul “teriak-teriak” (semua huruf kapital) dan melarang upaya mengarahkan pembeli ke luar platform. Kalau kamu masih menaruh ajakan WA, link luar, atau gimmick berlebihan di konten listing, risikonya bukan cuma sepi klik.
Shopee membatasi nama produk dan mendorong penulisan yang jelas dalam materi pelatihan seller. Judul bukan tempat menjejalkan semua kata.
Praktik spam dan misleading berisiko jadi pelanggaran. Dokumen persyaratan listing menempatkan kualitas informasi produk sebagai hal yang diawasi.
Prinsip penulisan judul lintas platform itu mirip. Bahkan pedoman Google Merchant Center menekankan judul harus menggambarkan produk secara jelas dan menyertakan atribut penting seperti brand, ukuran, warna, atau varian jika relevan.
Rumus judul produk yang kebaca search, plus contoh 5 kategori
Sekarang masuk bagian praktis. Rumus yang paling aman untuk SEO Marketplace biasanya seperti ini:
[Brand atau Jenis] + [Nama Produk Inti] + [Pembeda Utama] + [Varian] + [Ukuran atau Isi]
Kuncinya ada dua: pembeda utama harus nyata (bahan, fungsi, model, kompatibilitas). Lalu varian dan ukuran ditulis seperlunya, bukan semua varian sekaligus.
TikTok Shop menyarankan komponen judul yang menekankan isi barang dan atribut seperti material, warna, ukuran, jumlah, model. Shopee, lewat materi seller, juga mengarahkan penamaan yang rapi dan mudah dipahami.
Berikut contoh untuk 5 kategori. Aku sengaja pakai format yang mudah kamu modifikasi.
Fashion (kaos, hijab, celana) Contoh: “Kaos Oversize Katun Combed 24s Polos Unisex Hitam L” Kenapa kuat: jenis jelas, bahan jelas, target jelas, varian ukuran jelas. TikTok Shop juga menekankan judul yang ringkas dan relevan, serta menaruh variasi lengkap di deskripsi jika perlu.
Beauty (skincare, body care) Contoh: “Sunscreen SPF50 PA++++ Gel Ringan 40 ml untuk Kulit Berminyak” Kenapa kuat: fungsi utama muncul, angka ada satuan, target kulit jelas. Untuk kategori beauty, TikTok Shop menekankan judul ringkas dan relevan dengan atribut penting.
Makanan dan minuman (snack, kopi, bumbu) Contoh: “Kopi Arabika Gayo Biji 200 gram Medium Roast” Kenapa kuat: asal atau tipe kopi jadi pembeda, ukuran jelas. Ini tipe judul yang “kebaca” untuk search intent yang spesifik.
Elektronik aksesoris (charger, kabel, headset) Contoh: “Kabel Data USB-C Fast Charging 1 meter Nylon Braided” Kenapa kuat: kompatibilitas disebut (USB-C), fungsi disebut (fast charging), ukuran disebut, bahan disebut. Pedoman judul di ekosistem produk Google juga menekankan atribut yang membedakan varian.
Home living (sprei, botol minum, organizer)
Contoh: “Sprei Microtex 180 x 200 cm Motif Minimalis Set 4 pcs” Kenapa kuat: jenis, bahan, ukuran, jumlah. Sederhana, tapi lengkap.
Satu catatan penting. Jangan jadikan judul tempat menaruh klaim yang tidak bisa dibuktikan. Di TikTok Shop, konten listing diminta akurat, dan ada larangan klaim tidak terverifikasi serta gaya penulisan yang menyesatkan.
Checklist 20 menit untuk rapikan judul, lalu apa berikutnya
Bagian ini sengaja dibuat seperti “kickoff” kalender konten dan katalog. Kamu tidak perlu rapikan semua produk hari ini. Pilih yang paling berdampak.
Langkah 1, pilih 10 produk prioritas. Ambil yang paling sering dilihat, atau yang margin-nya paling kamu jaga. Kalau belum punya data, pilih best seller dan 2 produk unggulan yang ingin kamu dorong untuk double date sale.
Langkah 2, cek judul lama dengan 3 pertanyaan cepat. Apakah orang paham produknya apa tanpa buka deskripsi. Apakah ada pembeda nyata (bahan, model, ukuran, kompatibilitas). Apakah judul kebanyakan kata promo, atau kebanyakan simbol.
Langkah 3, tulis ulang dengan rumus satu baris. Tidak perlu puitis. Yang kamu kejar adalah keterbacaan search dan kepercayaan.
Langkah 4, rapikan “varian” dengan disiplin. Kalau ada 10 warna dan 6 ukuran, jangan paksakan semua di judul. TikTok Shop menyebut variasi yang tidak tampil di gambar pertama sebaiknya dijelaskan di deskripsi, bukan dijejalkan ke judul.
Langkah 5, cek kepatuhan dasar. Hindari ALL CAPS, hindari ajakan mengarahkan pembeli keluar platform, hindari klaim berlebihan. Itu sudah tertulis jelas di kebijakan listing TikTok Shop. Untuk Shopee, patuhi batas karakter dan gaya penamaan yang rapi sesuai materi seller.
Langkah 6, uji hasilnya selama 48 jam. Ubah sedikit, lalu amati. Kalau impresi naik tapi klik rendah, biasanya judul sudah kebaca search, tapi thumbnail atau harga kurang “mengunci”. Kalau klik naik tapi konversi turun, cek kesesuaian judul dengan isi produk. Jangan sampai judul menjanjikan A, isi produk B.
Di titik ini, banyak UMKM mulai kehabisan waktu karena harus mengurus stok, konten, chat, dan iklan sekaligus. Kalau kamu pengin yang lebih rapi dan konsisten, ini momen yang pas untuk minta audit. Kamu bisa Konsultasi untuk audit judul, kata kunci, dan struktur listing, sekaligus ngobrol soal paket Marketplace Management di Peha.id.
Yang kemungkinan terjadi berikutnya di 2026 cukup bisa ditebak dari arah kebijakan platform: standar listing makin ketat, dan kualitas informasi produk makin diperlakukan sebagai faktor kepercayaan. TikTok Shop sendiri menegaskan pedoman listing diperbarui secara berkala dan penjual diminta rutin mengecek pembaruan. Jadi strategi paling aman bukan menebak algoritma, tapi mengunci dasar: judul jelas, atribut rapi, dan katalog siap saat traffic memuncak.
Comments
Loading…